Sejarah Taman Bungkul Surabaya
Sejarah Taman Bungkul Surabaya
Taman Bungkul Surabaya merupakan ruang terbuka hijau (RTH) yang terletak di tengah kota Surabaya. Taman ini memiliki sejarah panjang sebelum menjadi taman yang menjadi ikon kota Surabaya. Sebelum direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Surabaya, taman ini merupakan area makam Mbah Bungkul. Mbah Bungkul sendiri adalah panggilan dari Ki Supo atau Ki Ageng Bungkul, seorang ulama di zaman Kerajaan Majapahit pada abad XV. Mbah Bungkul yang kemudian disebut sebagai Sunan Bungkul ini juga merupakan saudara ipar dari Raden Rahmat atau Sunan Ampel.
Semasa hidupnya, Ki Ageng Bungkul yang tinggal di Surabaya membuat sayembara, barang siapa berhasil memetik buah delima dari pohon di pekarangan rumahnya, maka si pemetik buah itu akan dinikahkan dengan putrinya yang bernama Dewi Wardah yang memiliki paras cantik jelita.
Pohon delima itu bukan pohon biasa pada umumnya. Konon katanya, setiap orang yang memetik buahnya akan tewas. Akan tetapi rejeki berpihak kepada Raden Paku yang kemudian bergelar Sunan Giri. Secara tidak sengaja beliau lewat di bawah pohon delima yang menakutkan itu. Tiba-tiba ada buah delima yang menimpa kepalanya. Kemudian Raden Paku melaporkannya kepada Ki Ageng Bungkul dan gurunya, Sunan Ampel di kawasan Ampel Denta, Surabaya. Setelah kejadian itu, Raden Paku dinikahkan dengan Dewi Wardah.
Pada kurun waktu tertentu, karena pengaruh Islam, Ki Ageng Bungkul ini digelari dengan sebutan Sunan Bungkul. Ketika meninggal dunia beliau disemayamkan di tempat yang kemudian dikenal dengan nama Taman Bungkul.
Setelah mengalami revitalisasi selama lebih dari dua tahun dan diresmikan pada 21 Maret 2007 kesan angker dan gelap yang dulu tersemat di area Taman Bungkul sudah lenyap, sekarang Taman Bungkul menjelma tempat wisata yang cukup memikat dan ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun internasional. Ditambah berbagai fasilitas yang ada di Taman Bungkul menjadikan taman ini bukan saja menjadi area wisata religi, namun juga area berolahraga dan bersantai bersama keluarga dan teman-teman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar