Takengon

Takengon

Takengon (kota)

Takengon merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia. Takengon terletak di sisi Danau Laut Tawar kecamatan Lut Tawar di tengah-tengah wilayah provinsi Aceh. Takengon merupakan dataran tinggi yang berhawa sejuk dengan ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut. Di sekitar Takengon banyak terdapat tempat wisata, di antaranya adalah Danau Laut Tawar di kecamatan Laut Tawar, kecamatan Bebesen dan kecamatan Kebayakan, Gua Puteri Pukes di kecamatan Kebayakan dan Pantan Terong di kecamatan Bebesen.

Penduduk Takengon terdiri dari beragam suku dan etnis. Mayoritas penduduk Takengon merupakan suku Aceh, Selain itu banyak pula suku-suku lain nya seperti suku Jawa, Suku Gayo, Suku Minangkabau, Suku Karo, Suku Mandailing dan Etnis keturunan Tionghoa.

Sejarah

Takengon berasal dari bahasa aceh "Tikungan" yang arti nya kelokan karena untuk menuju ke kota kecil ini harus melewati tanjakan perbukitan dan menelusuri lereng lereng gunung dengan jalan berkelok kelok yang terjal dan curam penuh pepohonan lebat sepanjang jalan, untuk menuju ke ibu kota kabupaten Aceh Tengah ini bisa melalui jalan Lintas Timur Sumatra ex Jl KKA Aceh Utara atau melalui kabupaten Bireuen dan harus melewati 2 gunung aktif di kabupaten Bener Meriah.

Zaman Penjajahan Belanda

mohon ke kepada editor sebaik nya halaman ini di alihkan ke kabupaten Aceh Tengah. Di karena kan takengon bukan kota otonom atau wilayah otonom. Takengon hanya terdiri dari 2 kelurahan yakni takengon timur dan takengon barat yang masuk ke kecamatan lut tawar Kabupaten Aceh Tengah.

Takengon juga pernah dijadikan sebagai onderafdeeling oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Sejak saat itu pula kota Takengon perlahan mulai maju. Infrastruktur seperti jalan raya, perumahan kolonial, pasar, sekolah dan yang lain mulai dibangun. Hal tersebut merupakan bagian dari politik Belanda agar bisa menguasai seluruh Tanah Gayo dan membuat hati masyarakat lunak.[2][3]

Menurut masyarakat gayo sendiri, takengon yang asal kata awalnya tan ku engon,yang artinya pertama kali kulihat. Ini menunjukkan bahwa penduduk pada zaman dulu melihat keindahan alam di kota takengon yang sangat indah.

Seni dan Budaya

Salah satu acara yang sangat menarik perhatian masyarakat lokal atau pendatang adalah acara pacuan kuda di Pegasing, Aceh Tengah yang biasanya diadakan pada pertengahan bulan Agustus untuk menyambut dan merayakan hari Kemerdekaaan Indonesia yang butuh waktu setengah jam perjalanan dan pacuan kuda saat menyambut tahun baru di desa jadirejo, Bukit, Bener Meriah. acara nya juga tidak jauh dari Takengon, Aceh Tengah, hanya butuh waktu sekitar setengah jam perjalanan.

Prestasi

Takengon berhasil meraih piala adipura selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2016-2017. Pada 2016, piala adipura diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya kepada Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Adapun pada 2017, piala adipura diserahkan di Jakarta bersama 40 kota lainnya di Indonesia.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Takengon_(kota)

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Konsultasi

KONSULTASI FENGSHUI RUMAH DAN TEMPAT USAHA

Banner Promosi

banner

Dengan menerapkan prinsip-prinsip Feng Shui, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung energi

Feng Shui dipercaya dapat mempengaruhi keberuntungan, kesehatan, dan kesejahteraan seseorang. Konsepnya didasarkan pada aliran energi yang dikenal sebagai "chi", yang harus mengalir secara bebas dan seimbang melalui ruang kita. Ketika chi terhambat atau terganggu, dapat mempengaruhi suasana hati, kesehatan, dan keberhasilan kita dalam hidup.

Tayangan halaman minggu lalu